Postingan

Sunan Kalijaga

Gambar
  Sunan Kalijaga  (Susuhunan Kalijaga) adalah seorang  tokoh   Walisongo , dikenal sebagai wali yang sangat lekat dengan  muslim  di  Pulau Jawa , karena kemampuannya memasukkan pengaruh  Islam  ke dalam tradisi dan budaya  Jawa . Makamnya berada di  Kadilangu ,  Demak . Masa hidup Sunan Kalijaga diperkirakan mencapai lebih dari 100 tahun. Dengan demikian ia mengalami masa akhir kekuasaan  Majapahit  (berakhir  1478 ),  Kesultanan Demak ,  Kesultanan Cirebon  dan  Banten , bahkan juga  Kerajaan Pajang  yang lahir pada  1546  serta awal kehadiran  Kerajaan Mataram  dibawah pimpinan  Panembahan Senopati . Ia ikut pula merancang pembangunan  Masjid Agung Cirebon  dan  Masjid Agung Demak . Tiang "tatal" (pecahan kayu) yang merupakan salah satu dari tiang utama masjid adalah kreasi Sunan Kalijaga. Terkait asal usulnya, ada beberapa pendapat yang ber...

Arya Pangiri Merebut Pajang

Gambar
Arya Pangiri  adalah adipati  Demak  yang berhasil menjadi raja kedua  Kesultanan Pajang , yang memerintah tahun 1583-1586 bergelar  Sultan Awantipura . Menurut kronik Tiongkok Kuil Sam Po Kong, Ja Tik Su (Sunan Kudus?) melantik seorang putera dari Mukming/Raden Mukmin sebagai raja Demak sepeninggal Mukming/Raden Mukmin yang tewas terbunuh. Sepeninggal  Sultan Hadiwijaya  akhir tahun 1582 terjadi permasalahan takhta di  Pajang . Putra mahkota yang bernama  Pangeran Benawa  disingkirkan Arya Pangiri dengan dukungan  Sunan Kudus . Alasan  Sunan Kudus  adalah usia  Pangeran Benawa  lebih muda daripada istri Pangiri, sehingga tidak pantas menjadi raja. Pangeran Benawa  yang berhati lembut merelakan takhta  Pajang  dikuasai Arya Pangiri sedangkan ia sendiri kemudian menjadi bupati Jipang Panolan (bekas negeri  Arya Penangsang ). Tokoh  Sunan Kudus  yang diberitakan  Babad Tanah Jawi ...

Mural

Gambar
  Mural dapat menjadi alat emansipasi sosial yang relatif efektif atau mencapai tujuan politik.   Mural terkadang dibuat melawan hukum, atau dipesan oleh bar dan kedai kopi setempat.  Seringkali, efek visual menjadi bujukan untuk menarik perhatian publik terhadap isu-isu sosial.  Ekspresi seni publik yang disponsori negara, khususnya mural, sering digunakan oleh  rezim  totaliter  sebagai alat propaganda.  Namun, terlepas dari karakter propaganda dari karya-karya itu, beberapa di antaranya masih memiliki nilai seni. Mural dapat memiliki dampak dramatis baik secara sadar atau tidak sadar pada sikap orang yang lewat, ketika ditambahkan ke area tempat orang tinggal dan bekerja.  Dapat juga dikatakan bahwa kehadiran mural publik yang besar dapat menambah peningkatan estetika pada kehidupan sehari-hari penghuni atau karyawan di tempat perusahaan.  Mural yang dilukis dengan tangan format besar adalah norma untuk iklan di kota-kota di selu...